MENYISIASATI PEMANASAN VOKAL

Oleh Anton Teguh

Setiap kor jaman sekarang hampir pasti melakukan pemanasan sebelum latihan. Juga sebelum tampil. Tidak terkecuali kor gereja kita. Ada banyak pendapat tentang pentingnya pemanasan. Alasan utamanya adalah : menyiapkan alat-alat suara agar pada saat digunakan tidak menimbulkan cidera. Tanpa pemanasan yang cukup, katanya, alat-alat suara tidak akan memadahi.

Namun, pemanasan juga ternyata menimbulkan masalah, sehingga ada yang tidak menggunakan pola pemanasan sebelum latihan. Mana yang benar ?

Pro Pemanasan.

Sama seperti seorang olahragawan, seorang penyanyi harus menyiapkan organ-organ tubuhnya (khususnya yang terkait dengan vokal), sebelum mereka ‘bertanding’.    Caranya bermacam-macam. Ada pemanasan dengan bunyi, ada yang tidak berbunyi alias tidak bersuara. Yang disiapkan pun bermacam-macam. Mulai dari menaikturunkan rahang, sampai dengan membunyikan aneka suara. Mulai dari yang serius, sampai yang menggunakan lagu anak-anak agar lebih lucu. Pendek kata, seluruh organ vokal digugah untuk bangun dan siap untuk bernyanyi.

Kontra Pemanasan.

Pemanasan ibarat membuang waktu dan energi. Wasting time.  Begitulah pendapat yang kontra pemanasan. Paling tidak pemanasan membutuhkan 15-30 menit. Harga yang mahal untuk sebuah latihan yang durasi efektifnya hanya 90 menit. Bila pemanasan dilakukan, sebuah kor hanya efektif berlatih 60 menit ! Bahkan, pemanasan yang berlebihan akan menguras tenaga dan malahan berpotensi mengurangi  semangat pada saat ‘latihan yang sesungguhnya’. Harap diingat bahwa pada saat menjajal sebuah lagu, tidak jarang terjadi proses pengulangan frase. Tidak jarang pula, karena mencoba notasi baru, terjadi lagi proses pengulangan sebuah bagian lagu. Nah, bukankah itu juga berarti pemanasan ? Begitulah kira-kira pendapat yang tidak setuju (seluruhnya atau sebagian) tentang pentingnya pemanasan.

 

Pemanasan ‘Terselubung’.

Pemanasan vokal sesungguhnya bisa dikompromikan dan disiasati sehingga tujuan pemanasan  dapat tercapai tanpa kehilangan banyak waktu. Bagaimanakah caranya ? Setidaknya ada beberapa cara.

a. Mulailah dengan menyanyikan lagu yang paling mudah.

Lagu-lagu yang mudah dapat dinyanyikan lebih dahulu. Selain untuk menaikkan kepercayaan diri penyanyi, lagu-lagu yang paling mudah dinyanyikan dapat dijadikan bahan pemanasan. Baik di Puji Syukur maupun Madah Bakti, lagu-lagu 8-16 birama tidak sedikit jumlahnya. Demikian pula lagu-lagu ‘Taize’. Untuk itu, di awal latihan, mulailah menyenandungkan lagu itu dengan lembut, tidak ‘full power’. Tidak juga memaksakan diri. Dengan demikian, penguasaan lagu dapat ditingkatkan, waktu latihan dapat dihemat, tetapi keluwesan alat-alat suara pun dapat disiapkan.

b. Menyanyikan Ulangan Mazmur dan Alleluya.

Penulis seringkali menggunakan ulangan mazmur dan alleluya yang akan ditugaskan I untuk dibuat sebagai bahan pemanasan. Malahan, alleluya yang bergaya Gregorian dapat menjadi cara melatih pernafasan.

c. Menyanyikan Lagu Ordinarium.

Lagu-lagu ordinarium dapat dijadikan bahan pemanasan pula. Umumnya karena terlalu sering menyanyikan sebuah lagu ordinarium, maka tidaklah sulit bagi kor untuk menjadikannya bahan pemanasan.

d. Menyanyikan ‘Bapa Kami’

Kor dapat diajak bernyanyi sambil berdoa sambil pemanasan. Lagu ‘Pater Noster’, ‘Bapa Kami’ dari berbagai gaya dapat dijadikan bahan. Tidak jarang, dengan menyanyikannya dengan sungguh-sungguh, kehadiranNya dapat memberikan semangat berlatih.

Memang dibutuhkan kreatifitas untuk memilih racikan lagu yang akan dinyanyikan  sekaligus dapat langsung dijadikan bahan pemanasan. Ada banyak teknik. Namun, marilah kita memikirkannya dengan sungguh-sungguh. Bukankah itulah salah satu tugas dirigen. Ataukah ada usul lain ?

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Conducting. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s