EKSPLORASI PARTITUR

Oleh Anton Teguh

 

Apakah mulai bosan dengan sebuah lagu ? Padahal, kor hanya mungkin menyanyikan lagu – lagu tersebut ? Mungkin karena terlalu sering menyanyikan lagu yang ‘itu-itu’ saja, kita tidak tertantang lagi untuk menyanyikan sebuah lagu. Kita menjadi malas karenanya. Apalagi lagu tersebut terkesan monoton bak sayur tanpa garam. Untuk itu, ayo kita mengeksplorasi partitur.

Tugas Dirigen sebagai Eksplorer

Adalah tugas dirigen membuat yang ‘biasa’ menjadi ‘tidak biasa baiknya’ sebuah lagu. Dirigen yang peka akan mencoba ‘mengoprek’ sebuah partitur tanpa menghilangkan orisinalitas partitur itu. Itu sama seperti para jagoan modifikasi sepeda motor. Tanpa menghilangkan keasliannya, sang modifikator sepeda motor akan membuat ‘lain daripada yang lain’ sebuah motor. Entah ia menambah asesoris ini atau asesoris itu agar si motor menjadi  ‘sip’ tongkrongannya !

Bila jeli, sebuah partitur  lagu memiliki potensi yang sangat kaya untuk digali dan dimodifikasi tanpa kehilangan ‘roh’nya.  Berikut ini modifikasi sederhana yang dapat dicoba. Apa sajakah itu ?

Intro : Tidak Harus Instrumental. Vokal pun boleh.

Umumnya  organis memberikan intro sebuah lagu adalah nada organ dari baris terakhir sebuah lagu. Atau gabungan awal dan akhir lagu. Atau intro yang berbeda  sama sekali dengan isi lagu. Namun intro yang ‘normal’ adalah nada-nada suara organ. Apakah harus demikian ? Tentu tidak. Intro sebuah lagu dapat berupa  nyanyian. Caranya ? Cobalah meminta organis hanya membunyikan nada dasar. Lalu, nyanyikanlah satu bait refrain.    Misalnya, lagu ‘Kami Unjukkan’  bisa dimulai dengan menyanyi kan bagian “Bagi Tuhan Kami Persembahkan….” Lalu organis membuat variasi intro dan   baru masuk ke lagu “Kami unjukkan… kami sembahkan… kebebasan dan kemerdekaan..”         Contoh lain adalah “How Great Thou Art”. Kor dapat memulai dengan langsung menyanyikan “Then sing my soul…”, baru kemudian organis mengreasikan sebuah intro sebelum masuk lagu “Oh Lord My God….”

Mengganti nada intro yang sudah ‘pakem’ dengan vokal dapat pula dicoba. Hasilnya tidak kalah cantik. Misalnya, intro ‘Panis Angelicus’ (Cesar Franck)  yang indah itu dapat diganti acapella unisono  sopran dengan humming atau ‘aaaaaaa……”

 

Modulasi Naik Satu Nada.

Ini adalah teknik umum. Namun jarang yang berani mencoba. Caranya sederhana. Organis menaikkan satu nada setelah kor menyelesaikan seluruh lagu. Tujuannya adalah agar ada kejutan dan mengurangi kebosanan.  Tetapi sekaligus memberikan tantangan. Variasi ini cocok untuk lagu yang diulang-ulang  dan pendek. Misalnya lagu “Amazing Grace”.  Nah, setelah tuntas bait terakhir, cobalah menaikkan satu nada (misalnya dari 1=F menjadi 1= G) sebelum menyanyikan bait selanjutnya. Keren kan ? Lagu-lagu yang pendek lain bisa dicoba, misalnya “Biar Kanak-kanak  datang KepadaKu….”  (A. Soetanta,SJ) Bisa dicoba pula.

Coda  Kreatif : Mengulang  dan Menambah

Bagian penutupan adalah bagian penting untuk memberikan kesan. Tetapi juga penting untuk memberikan kejutan bagi . Bagian coda layak dieksplorasi. Cara mudah adalah mengulang kalimat terakhir. Misalnya dalam lagu “Golgota Tempat Tuhanku Disalib”.  Ulangilah akhir syair bait pertama :  “Bagi orang berdosa, yang memandang Golgota.”.

Lagu-lagu lain yang dapat  diulang baris terakhirnya adalah    lagu dengan refrain.     Misalnya  “Siapa Yang Berpegang”. Pada bagian refrain syair ‘Hidupmu dalam YESUS sungguh bahagia…’  dapat diulang dua kali. Mengulang dua kali memang indah. Namun lebih mengejutkan bila  ditambah tanda fermata di bagian yang diulang tersebut. Misalnya  di kata ‘SUS’ dihentikan sejenak sehingga menjadi      ‘Hidupmu dalam YESUS……..(jeda fermata)  sungguh ba…  ha…gi… a…

Tambahan lain yang tidak kalah menarik adalah mengubah nada menjadi ‘naik’ agar kesan megah dapat diungkapkan. Dalam lagu yang sama syair ‘sungguh ba…  ha…gi… a…  ‘ dengan nada (1 2 3 1 2 1)  diubah menjadi nada ( 1 3 5 6 7  i … )

Nah, dengan memperhatikan struktur sebuah lagu, kita dapat memodifikasinya agar tampil beda. Selamat bereksplorasi !

 

 

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Conducting. Tandai permalink.

2 Balasan ke EKSPLORASI PARTITUR

  1. KETRINA TIWERY berkata:

    i like it,,,,
    keindahan paduan suara ketika bernyanyi sangat ditentukan oleh kerja keras seorang conducting….
    tambah lagi artikel tentang conducting yaa???????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s