10 HAL PENGGANGGU LATIHAN PADUAN SUARA

Anton Teguh

Nyawa paduan suara adalah latihan. Sebagai suatu ketrampilan, ‘exercise makes perfect’. Namun latihan paduan suara, khususnya paduan suara di wilayah, acapkali terganggu karena beberapa hal ‘klasik’. Bisa jadi sangat sepele. Akibatnya, target  latihan  tidak tercapai. Berikut ini sepuluh daftar  ‘pengganggu’ latihan paduan suara yang dapat berasal dari dalam maupun luar paduan suara.

 

 

Anggota paduan suara biasanya datang secara sukarela. Suka akan lagu yang akan dibawakan. Suka terhadap suasana latihan. Atau ada kesukaan lain sehingga mereka rela untuk hadir. Namun ada saat dimana mereka absen. Berbagai macam hal bisa menjadi alasan. Misalnya masalah kesehatan diri maupun keluarga. Yang pasti, ketidakhadirannya menandakan ‘ada sesuatu yang lebih penting’ daripada berlatih. Oleh karena itu, dirigen dan pemimpin kelompok wajib mengetahui alasan-alasan tersebut.

 

Bila anggota paduan suara banyak, tidak ada masalah. Namun apabila jumlahnya sedikit, sangat berpengaruh. Apalagi yang absen adalah motor di masing-masing suara.

 

Bila sedikit yang hadir, sebaiknya dirigen tidak membatalkan latihan. Justru dengan jumlah sedikit, dirigen dapat lebih intensif dan rinci melatih anggota paduan suara yang ada.

 

 

Jarang ada latihan kor yang tepat waktu. Selalu ada alasan untuk terlambat latihan. Maka, dirigen harus tegas untuk segera mulai latihan apabila waktunya telah tiba. Masalahnya : bagaimana kalau dirigen itu sendiri yang datang terlambat ? Maka, ia wajib mendelegasikan kepada koordinator kor (kalau ada) bila ia terlambat. Atau kepada siapa ia percaya.

 

Waktu sangat berharga. Kehilangan satu menit dapat mengganggu target waktu latihan. Maka, dirigen harus  memiliki kata-kata kunci untuk berkomunikasi secara efisien namun efektif. Ringkas, tegas dan langsung terhadap sasaran adalah kunci komunikasi saat memimpin latihan.

 

 

 

 

Kebiasaan mengobrol adalah bagian dari budaya kita. Biasanya latihan tidak segera dimulai karena anggota kor asyik mengobrol . Juga pada saat dirigen sedang melatih masing-masing suara. Biasanya kelompok suara yang  tidak dilatih cenderung mengobrol. Untuk itu dirigen harus tegas dan lembut  untuk senantiasa mengingatkan anggota nya agar tetap fokus latihan.

 

 

Dirigen  yang memilih lagu melebihi kemampuan nyata anggota kornya dapat menjadi bumerang bagi diringa sendiri.  Waktu latihan menjadi  lebih lama karena fokus   latihan hanya demi ‘membela’ satu atau dua lagu. Maka, pilihlah lagu yang sesuai.

 

Organ jarang ada di tempat latihan. Organis pun  jarang.  Terpaksa dirigen memberi contoh dengan suaranya sendiri tanpa bantuan pengiring. Tentu saja hal tersebut dapat menguras energi  dirigen.  Maka, dirigen dapat menunjuk satu orang dari masing-masing suara untuk memberikan contoh.

 

 

Hati-hati memilih konsumsi latihan. Bila salah, bisa membuat tenggorokan sakit. Misalnya makanan yang berlemak dan berminyak. Sajikan konsumsi di akhir latihan saja agar tidak mengganggu jalannya latihan.

 

 

Umumnya kor latihan di salah satu rumah umat. Bila memadahi, tidak ada masalah. Namun ruangan yang tidak memberikan keleluasaan  berekspresi dapat menghambat latihan kor. Maka, gunakan aula sekolah, atau gereja untuk latihan. Setidak-tidaknya sebelum bertugas.

 

Pastikan teks sudah ada ‘sebelum’ latihan dimulai. Bila teks tidak ada, pada saat latihan paduan suara, waktu akan terbuang banyak untuk menggandakannya.

 

 

Faktor eksternal seperti cuaca buruk, dan hujan seringkali menghalangi anggota kor hadir latihan. Bagi anggota kor yang bermobil, barangkali, tidak ada masalah. Namun bagi yang bersepeda atau bersepeda motor, hujan seringkali menjadi kendala.  Untuk itu, bila memang cuaca tidak memungkinkan, dan diketahui sebelumnya, sebaiknya latihan dibatalkan dan diganti hari lain. Caranya : mengirimkan SMS atau ditelepon beberapa jam sebelum latihan dimulai.

 

Demikianlah 10 hal penggganggu latihan paduan suara.Bagaimana dengan paduan suara Anda ?

 

 

 

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Pengelolaan Paduan Suara. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s