Bila Kor Tidak Punya Tenor

oleh

Marcelino Rudyanto

 

Pertanyaan pembaca:

Kor kami beranggotakan pria dan wanita, tetapi jumlah prianya sangat sedikit dan hampir semua bersuara bas. Kalau kami menyanyi lagu aransemen empat suara, bolehkah suara tenor dinyanyikan oleh sopran? (NN di Surabaya)

 

Jawaban Magnificat:

Sebelum menjawab pertanyaan anda, perlu kami jelaskan dulu jenis-jenis kor. Pada dasarnya ada dua jenis kor, yaitu kor sejenis dan kor campur. Kor sejenis adalah kor yang penyanyinya bersuara ‘wanita’ saja (sopran-alto atau sopran-mezzo sopran-alto) atau ‘pria’ saja (tenor-bas atau tenor-bariton-bas), sedangkan kor campur ialah kor yang penyanyinya bersuara campuran suara ‘pria’ dan ‘wanita’. Perlu ditegaskan bahwa sebenarnya kata ‘pria’ dan ‘wanita’ di sini bukan mengacu pada jenis kelamin penyanyi tetapi mengacu pada register suara. Aransemen lagu untuk dua jenis kor ini berbeda, sehingga biasanya buku kumpulan lagu resmi untuk perayaan ekaristi diterbitkan dalam dua edisi, yakni edisi kor campur dan edisi kor sejenis.

Berdasarkan definisi di atas, maka kor anda termasuk kategori kor campur, hanya masalahnya pada kor anda terdapat kekurangan satu suara yaitu suara tenor.

Dari pertanyaan anda, kami menduga anda berpikir bahwa karena tenor menyanyi nada-nada tinggi maka ia dapat digantikan oleh suara lain yang juga bersuara tinggi, yakni sopran. Benarkah demikian? Cobalah nyanyikan sebuah aransemen lagu SATB dengan sopran membawakan notasi tenor, maka anda akan mendapatkan bunyi yang berbeda, yang kurang enak didengar.

Mari kita analisis mengapa kurang enak didengar. Kita ambil contoh, ada susunan not angka SATB berturut-turut dari atas ke bawah 5 1 (do atas – sol – mi atas – do). Dari susunan not angka tersebut terlihat nada tenor (mi) bahkan lebih tinggi daripada sopran (do) sehingga tampaknya tidak ada masalah bila bagian tenor dinyanyikan oleh sopran. Tetapi tidak demikian kenyataannya. Berbeda dengan notasi balok, penulisan notasi angka tidak menunjukkan tinggi-rendah nada secara mutlak. Kita harus ingat bahwa register suara pria berada satu oktaf di bawah suara wanita, sehingga pada contoh di atas not mi atas pada tenor sebenarnya lebih rendah dibanding do atas pada sopran, bahkan lebih rendah dibanding sol-nya alto. Dengan demikian jelaslah mengapa bila notasi tenor dinyanyikan sopran maka bunyinya tidak enak, yakni karena suara sopran (yang biasanya membawakan melodi lagu) tertutup oleh sopran lain yang membawakan nada lebih tinggi, juga karena perpindahan suara tenor satu oktaf ke atas (ke sopran) menyebabkan adanya ‘kekosongan’ di antara suara tinggi dan suara rendah.

Lantas bagaimana solusinya? Karena suara tenor dan alto sama-sama berada pada register tengah, maka bagian yang sebenarnya untuk tenor dapat dinyanyikan oleh alto. Maka solusi untuk paduan suara anda yang kekurangan tenor adalah bagilah alto anda menjadi dua, satu untuk menyanyikan bagian tenor. Bila anda menggunakan not angka, lakukan sedikit perubahan pada teks lagu dengan menurunkan satu oktaf semua not angka tenor agar dapat dinyanyikan oleh alto.

Jadi, jawaban kami terhadap pertanyaan anda bukan boleh atau tidak boleh karena ini adalah masalah estetika. Meskipun ada sedikit perbedaan dalam hal warna suara antara alto dan tenor, mengganti tenor dengan alto akan menghasilkan bunyi yang jauh lebih indah daripada mengganti tenor dengan sopran. Cobalah.

 

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s