LAGU ORDINARIUM dan PROPRIUM

Oleh A.J Tjahjoanggoro

 

Teristimewa dalam perayaan ekaristi setiap hari minggu, hampir semua bagian misa dinyanyikan. Diharapkan suasana misa menjadi meriah namun tetap khidmat. Ada lima jenis lagu dalam misa, yaitu: (1) Aklamasi, (2) Nyanyian Perarakan, (3) Mazmur Tanggapan, (4) Nyanyian Ordinarium (baru), dan (5) Nyanyian Tambahan (bdk. Music in Catholic Worship [Musik dalam Ibadat Katolik], Spektrum 1, XXVI, 1982: hlm. 27-35).

Aktivis musik liturgi/gereja pada umumnya mengenal dua jenis lagu dalam misa, yakni lagu Ordinarium dan lagu Proprium. Bila dibandingkan dengan pembagian lima jenis lagu dalam misa tersebut, lagu Ordinarium selaras dengan butir 4 yang meliputi: lagu Kyrie (Tuhan Kasihanilah Kami), Gloria (Kemuliaan), Credo (Aku Percaya), Pater Noster (Bapa Kami), Agnus Dei (Anak Domba Allah) kecuali lagu Sanctus (Kudus) yang termasuk lagu Aklamasi.

Sementara itu lagu Proprium termasuk pada jenis lagu dalam misa butir 2 dan 5. Nyanyian Perarakan termasuk lagu Perarakan Masuk (Pembukaan) dan Perarakan Komuni (Menyambut Komuni). Nyanyian Tambahan meliputi lagu Persiapan Persembahan (perarakan persembahan), Madah Syukur (sesudah komuni), Perarakan Keluar (Penutup), Litani (jika ada). Nyanyian tambahan bersifat fakultatif, dalam arti bisa dinyanyikan bisa tidak.

Berdasarkan pada pembagian lima jenis lagu dalam misa tersebut tampak jelas peranan tiap lagu dalam misa sehingga tidak asal memilih lagu dan bernyanyi saja namun benar-benar ‘menyanyikan misa’. Setiap misa memiliki tema tertentu sesuai dengan kalender liturgi dengan intensi khusus. Prinsip dari pembagian lima jenis lagu dalam misa tersebut menganut azas bahwa fungsi nyanyian itu sendiri dimengerti secara benar, tidak sekedar mengisi kekosongan atau menghiasi antara bagian Misa.

Para petugas musik liturgi memegang peranan penting bersama petugas liturgi lainnya. Dirigen, pemazmur, organis dan koor merupakan salah-satu kelompok bagian dari petugas liturgi. Musik liturgi juga merupakan bagian dari liturgi perayaan ekaristi. Konsekuensinya, para petugas musik liturgi seyogyanya bekerjasama dengan petugas liturgi lainnya, terutama dengan imam sebagai alter Christus (wakil Kristus) yang memimpin seluruh tata perayaan ekaristi. Petugas musik liturgi bertugas untuk melayani umat, sekaligus sebagai umat yang mengikuti misa yang dipimpin oleh Romo.

Berdasarkan pada prinsip dasar tersebut, para petugas musik liturgi disarankan untuk memahami hakikat dasar liturgi guna dapat menerapkan sikap berliturgi yang benar dan menghayati liturgi secara lebih mendalam melalui pemahaman peranan lagu dan cara menyanyikan. Misa dengan nyanyian memang terasa lebih semarak, khidmat dan agung. Namun perlu diwaspadai juga bahwa tidak setiap lagu pantas dan tepat dinyanyikan dalam misa apalagi tidak ditunjang dengan teknik bernyanyi yang baik dan benar. Jika demikian, nyanyian dalam misa dapat mengurangi kekhidmatan.

Lagu Ordinarium seyogyanya dipilih dari lagu-lagu yang sudah dikenal umat kecuali pada misa hari raya. Petugas koor diharapkan dapat memberikan teladan menyanyikan lagu Ordinarium dengan tempo dan nada yang tepat sehingga dapat mengajak umat bernyanyi dengan kompak dan serempak. Cukup menyanyikan lagu Ordinarium dengan satu suara (cantus firmus/lagu pokok) sekalipun akan jauh lebih khidmat jika dinyanyikan dengan semangat daripada aransemen dua suara/lebih tapi sumbang menyanyikannya.

Demikian pula halnya dengan lagu Proprium, tidak perlu dipaksakan harus dinyanyikan semua. Mohon dipertimbangkan dan disesuaikan dengan kemampuan anggota koor dan umat. Ada kecenderungan koor menyanyikan lagu yang tidak/belum dikenal umat. Sekali waktu kebijakan tesebut dapat dikatakan tepat jika dimaksudkan sembari mengenalkan lagu ‘baru’ bagi umat. Namun pada prinsipnya misa adalah milik seluruh umat sehingga segenap umat termasuk petugas musik liturgi diharapkan juga ikut berpartisipasi ‘aktif’ dengan bernyanyi bersama atau ‘mendengarkan’ lagu (menyanyi dalam hati) yang dinyanyikan oleh koor. Idealnya, seluruh lagu dalam misa bisa dinyanyikan bersama oleh seluruh umat, atau minimal selang-seling (bergantian) antara koor dan umat, dan (mohon maaf) bukan dikuasai sendiri oleh koor.

Selamat menyanyikan misa bersama imam dan segenap umat! Lagu pujian hanya dipersembahkan bagi kemuliaan Tuhan Raja Semesta Alam. Amin.

 

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Musik Liturgi. Tandai permalink.

12 Balasan ke LAGU ORDINARIUM dan PROPRIUM

  1. Iyan berkata:

    Trims, saya mendapatkan pengetahuan baru, terutama tentang lagu propium

  2. Willy Prayogi berkata:

    Trimakasih jadi tahu musik liturgi. Ijin share.

  3. tambah wawasan saya berkata:

    artikel yang bagus banget pak. Sangat menambah wawasan saya.
    Untuk rekan2 tambah wawasan bisa juga lihat-lihat artikel berikut :

    MENGANGKAT TANGAN DALAM PUJIAN ?www.sendspace.com/file/3usojo

    MUSIK ROHANI dan PENGARUHNYA – http://www.sendspace.com/file/tu40mm

    tx pak

  4. salah link tadi berkata:

    eh salah pak :

    MUSIK ROHANI dan PENGARUHNYA – http://www.sendspace.com/file/tu4omm

    maaf ya pak…

  5. widi berkata:

    Mhn info : apakah lagu ordinarium mulai dari Tuhan Kasihanilah Kami sampai Anak Domba Allah harus satu versi misal : Lauda Sion, Manado dll? Apakah boleh dinyanyikan berlainan? Tks

  6. Claudia berkata:

    “Lagu Ordinarium seyogyanya dipilih dari lagu-lagu yang sudah dikenal umat kecuali pada misa hari raya”. Jadi apakah di hari raya (paskah misalnya) boleh menggunakan ordinarium baru ?
    Terimakasih

    • Anton Teguh berkata:

      Rekan Claudia yang baik,

      Lagu ordinarium boleh saja diganti pada hari raya, asalkan seluruh umat bisa menyanyi dan lagunya liturgis. Beberapa kor pada hari raya mengganti lagu ordinarium baru dan mencetaknya untuk seluruh umat. Begitu dulu ya…

  7. Trims menambah pengetahuan tentang lagu-lagu misa

  8. Ping balik: LAGU “GLORIA” BUKANLAH MADAH KEMULIAAN | Spe Salvi Facti Sumus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s