KONSER : AJANG UNJUK KEMAMPUAN

Anton Teguh

Sebuah kelompok paduan suara dan para solis akan mengalami kekeringan bila tidak pernah konser. Meskipun rajin melayani misa kudus dan mengikuti lomba, tidak lengkap bilamana paduan suara dan para solis mengabaikan konser. Salah satu alasan adalah misa kudus bukanlah sebuah tempat untuk ‘show’. Tidak semua lagu yang dikuasai paduan suara cocok untuk ditampilkan dalam misa kudus. Padahal, sebagai sebuah kelompok seni, aktualisasi diri menjadi puncak kebutuhannya, bukan ?

Berbekal menangani “Konser Amal Kasih”, 21 Februari 2009 lalu di ‘Ballroom Supermal Pakuwon Indah’ Surabaya, ijinkanlah saya berbagi pengalaman berikut agar setiap paduan suara dan para solis berani konser.

TEMA dan JUDUL KONSER
Tentukan tema. Lalu judul konser. Tema dan judul konser harus ada sebelum konser. Tema itu bisa dirembug oleh seksi musik, atau kesepakatan antar para pihak terkait. Tema yang dipilih bisa bermacam-macam. Bisa berupa ungkapan syukur, ulang tahun paroki, atau malam dana. Tema yang dipilih bisa juga :‘apa yang dominan’ dalam konser tersebut. Misalnya, tema musik (klasik, kontemporer, atau inkulturatif).

Setelah tema, sebuah konser perlu judul. Judul dapat dipilih dari kutipan kitab suci. Kemarin, kami memilih ‘The Almighty has done great things for me’ atau ‘Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar bagiku’ (Lukas, 1:49). Judul dapat dipilih pula dari ‘salah satu judul lagu yang hendak dinyanyikan’. Judul harus menarik dan mengundang pertanyaan serta menumbuhkan rasa ingin tahu para calon penonton.

TEMPAT KONSER YANG BERAKUSTIK BAIK.
Tempat konser dapat diputuskan sebelum konser dimulai. Mulai dari balai paroki sampai gedung-gedung pertemuan, dapat dipakai untuk konser. Pertimbangan teknis akustik sangat penting. Selain itu, pertimbangan kemudahan mencapai lokasi konser harus menjadi pertimbangan pula.

THE RIGHT MAN at THE RIGHT PLACE
Setelah menentukan tema dan judul, mulailah dibentuk panitia. Panitia yang efisien adalah bila yang ditempatkan sesuai dengan kompetensinya. Selain panitia inti (biasanya diisi para penanggungjawab/pengarah, ketua, sekretaris dan bendahara), para ketua seksi pun sangat menentukan efektifitas konser itu.

Seksi musik, misalnya, harus diisi pribadi-pribadi yang mumpuni di bidang musik. Seksi dana, harus ditempati beliau-beliau yang memiliki relasi yang luas. Seksi konsumsi, diisi beliau yang memiliki citarasa masakan yang teruji. Seksi perlengkapan harus dipilih mereka yang mau bekerja keras secara fisik. Lampu dan sound system harus dipercayakan kepada ahlinya. Desain undangan, buku kenangan, dekorasi pun harus diberikan kepada mereka yang terbaik. Tidak ketinggalan, penjualan undangan pun harus dikelola oleh mereka yang mau bekerja keras.

Pendek kata, bilamana segala urusan diberikan kepada ‘yang terbaik’ proses akan jauh lebih mudah dan cepat.

Jumlah seksi dan anggotanya sangat bervariasi. Tergantung dari seberapa besar konser yang akan diselenggarakan. Semakin besar konser yang akan diselenggarakan, semakin banyak pihak yang harus dilibatkan.

MEMASTIKAN SEMUA SEKSI BEKERJA
Setelah panitia terbentuk, ketua memastikan semua seksi bekerja sesuai jadwal. Pengorganisasian dan pengendalian inilah yang membutuhkan energi besar. Namun, bilamana perencanaan cukup matang, maka penyimpangan-penyimpangan yang terjadi selama proses pengorganisasian dapat diatasi lebih cepat dan mudah.

Agar lebih efisien dan menghemat energi, perhatikanlah karakteristik masing-masing seksi. Ada seksi yang bekerja terus menerus sampai acara selesai. Misalnya seksi musik. Namun, pada umumnya, seksi-seksi lain akan bekerja hanya sampai sebelum acara (misalnya seksi desain, publikasi). Jangan lupa, ada pula seksi yang justru akan bekerja keras sebelum sampai sesudah konser (misalnya seksi perlengkapan). Nah, semua seksi tersebut harus dikelola dengan baik.

MUSIK KONSER YANG BERMUTU
Sukses sebuah konser paduan suara dan para solis tergantung dari apa yang ‘dijual’. Bilamana yang disajikan adalah kualitas paduan suaranya, maka kemampuan paduan suara tersebut harus layak untuk ditampilkan. Memang, ukuran ‘layak’ sangat relatif. Di sini peran para pakar diperlukan untuk memberikan ‘standard minimal’ kelayakan sebuah paduan suara yang hendak tampil. Namun, jangan sampai ‘standard minimal’ itu menjadikan semangat untuk konser mengendur. Justru, manfaat positif dari konser itu adalah agar penyaji konser ‘naik kelas’.

Pada umumnya, sebuah konser berlangsung antara 2 – 3 jam. Itu berarti ada setidaknya 10 – 20 lagu yang akan dinyanyikan (sangat tergantung durasi masing-masing lagu). Karenanya, semangat dan stamina para penyaji harus tetap prima. Bilamana tidak cukup dilakukan sendirian, paduan suara dapat mengajak paduan suara lainnya untuk bergabung. ‘Konser Amal Kasih’ yang telah berlangsung itu, terdiri dari 5 paduan suara.

MENGELOLA HARI ‘H’
Segala daya dan upaya apapun akan gagal bilamana pada hari ‘H’ konser berjalan tidak sukses. Maka, simulasi dalam bentuk gladi kotor dan gladi bersih harus dilakukan. Urutan acara secara rinci dalam bentuk ‘rundown’ harus dibuat dan dipastikan berjalan sesuai rencana itu. Bila tidak, maka acara menjadi tidak teratur dan bisa mengakibatkan bertele-tele. Maka, peran stage manager atau pengelola panggung sangat penting dan vital.

Para pembaca, demikianlah sekelumit pengalaman yang saya bagikan dalam mengelola sebuah konser. Tentu saja, nuansa dan dinamika persiapan dan pelaksanaan konser itu sendiri sangat bervariasi. Semuanya tergantung dari kematangan dan kompetensi para pelaksananya. Ingin mengetahui bagaimana menyelenggarakan konser ?, hubungi kami lebih lanjut di ‘Magnificat’.

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s