DIRIGEN JUGA MANUSIA

Oleh : ANTON TEGUH

Meskipun tidak boleh cacat dan cela, tetapi dalam perjalanan memimpin paduan suara, dirigen bisa salah. Dirigen juga manusia…..

Sesungguhnya fungsi dirigen ada dua : Sebagai Time Beater dan Interpreter. Sebagai Time Beater, ia harus menjaga tempo agar sesuai dengan kehendak teks partitur lagu yang dibawakan paduan suaranya. Sedangkan sebagai Interpreter, ia menerjemahkan teks lagu ke dalam penjiwaan indah paduan suaranya.

Sebagai Time Beater, dirigen menggunakan satu atau kedua tangannya (bukan ketukan sepatu kakinya !) untuk menjaga tempo. Sedangkan sebagai Interpreter, untuk menunjukkan interpretasi, ia menggunakan satu tangan untuk menunjukkan dinamika. Seringkali ia memainkan mimik wajah, pelototan mata, dan gerak tubuhnya untuk menunjukkan ekspresi yang dikehendakinya.

Maka kesalahan utama yang mungkin terjadi adalah kesalahan memberikan aba-aba dan kesalahan interpretasi.

Kesalahan memberikan aba-aba bisa terjadi pada dirigen pemula. Bisa jadi mereka salah membedakan antara aba-aba 2/2 dengan 4/4. Atau, sulit membedakan aba-aba ¾ dan 6/8.

Pada dirigen yang lebih mahir, inseting (awalan) dapat menjadi masalah. Khusus pada lagu-lagu polifoni dengan inseting yang berganti-ganti antara satu suara dengan yang lain, kepiawaian dirigen sangat dituntut. Terlebih apabila anggota paduan suara tidak menguasai teks dengan baik.

Kesalahan interpretasi umumnya terjadi karena dirigen kurang memahami pengetahuan tentang sejarah teks. Bisa saja terjadi teks yang diterima seorang dirigen adalah fotokopi dari fotokopi. Teks ‘antah barantah’ tersebut sangat sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya. Lalu dengan referensi yang terbatas semacam itu bagaimana mungkin menghasilkan interpretasi yang baik?

Kesalahan interpretasi atas sebuah lagu juga bisa terjadi karena dirigen malas mengeksplorasi teks. Dalam hal ini subyektifitas perasaan dan musikalitas dirigen sangat diperlukan.

Bentuk kesalahan yang dialami pada umumnya adalah kesalahan komunikasi.

Karena dirigen berkomunikasi dengan paduan suara lewat tangan dan ekspresi seluruh tubuhnya, maka para anggota paduan suara harus paham apa yang dikehendaki sang dirigen yang berdiri beberapa meter di depannya.

Itu kalau anggota paduan suara melihat dan memperhatikan dirigen.

Bila anggota paduan suara tidak melihat dan memperhatikan dirigen -dan hanya sibuk membaca partitur serta tertatih-tatih membunyikan nada dan melafalkan syair-, kemungkinan kesalahan akan lebih cepat terjadi. Maka dirigen wajib senantiasa memperhatikan apakah anggota paduan suara senantiasa memperhatikan dirinya.

Kesalahan lain adalah soal konsentrasi, fokus.

Sebagai pemegang kendali tempo dan penjiwaan, dirigen dituntut berkonsentrasi penuh saat memimpin. Dan itu bukan perkara mudah. Pasalnya, selama beberapa menit ia harus ‘menjadi musik’ itu sendiri. Sedikit saja dirigen luput dari konsentrasi, maka buyarlah bangunan lagu yang dihantarkannya.

Untuk menjaga fokus, dirigen hendaknya hanya mendengar dan merasakan musik.

Sebenarnya, seluruh muara kesalahan dirigen adalah kurangnya persiapan. Dan karena persiapan satu-satunya adalah latihan, maka meminta kerjasama anggota untuk datang pada saat latihan sangat mutlak. Maka menjadi aneh fenomena ‘go show’. Yakni, anggota paduan suara yang tidak berlatih, namun langsung tampil bernyanyi.

Akhirnya, tidak ada kesalahan yang tidak berarti. Meratapi kesalahan saja tidak berguna. Kesalahan adalah salah satu cara belajar. Bukankah kesalahan adalah pemungkin keberhasilan ?

Kesalahan boleh disesali tetapi tidak boleh terlalu lama diratapi. Karena dirigen harus tetap melayani lagi khan ?

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Conducting. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s