Pendiri dan Tim Magnificat

Sasana Widya Musik Gereja ‘Magnificat’ didirikan oleh :

1. Sr. Liduine Marie, SPM
2. AJ Tjahjoanggoro,
3. Julius Juswanto

Tim

1. Marcellino Rudyanto
2. Anton Teguh

Profil

Sr. Liduine Marie, SPM

Sr. Liduine adalah biarawati dari kongregasi “Santa Perawan Maria” (SPM). Lahir di Ganjuran, Jogjakarta, 21 November 1938.

Pendidikan dasar dan menengah pertama di SD dan SMP Maria Immaculata, Jl. Senopati, Jogjakarta. Kemudia meneruskan ke SGA (Sekolah Guru Atas) di SGA Katolik Putri, Semarang, Jawa Tengah.

Sr. Liduine adalah Sarjana Bahasa Inggris dari IKIP Sanata Dharma, Jogjakarta. Pada masa muda belajar piano dan organ secara privat. Beberapa tahun memimpin paduan suara remaja di Malang, Jawa Timur.

Setelah berkarya di dunia pendidikan dengan berbagai jabatan, Sr. Liduine Marie, SPM mendirikan ‘Magnificat’ bersama dengan AJ. Tjahjoanggoro dan Julius Juswanto.

2. AJ Tjahjoanggoro,

Anton J Tjahjoanggoro, lebih dikenal dengan panggilan Pak Anton Anggoro, lahir di Surabaya 26 Juli 1960. Terdorong dan terinspirasi dari penampilan orkes NHK, Jepang, di televisi, sejak SMP ia bertekad menjadi dirigen. Impiannya terwujud setelah bergabung di Paduan Suara Vocalista Sonora, Vocason, Jogjakarta di bawah pimpinan Paul Widyawan.

Selain menjadi anggota dan asisten dirigen di Vocason, ia belajar musik dan dirigen di Pusat Musik Liturgi, Jogjakarta di bawah bimbingan Pater Karl-Edmund Prier, SJ.

Bersama Vocason, Anton Anggoro sempat mencicipi tur kesenian ke Eropa pada tahun 1981, 1984, dan 1986, antara lain ke Jerman, Swiss dan Austria.

Pengalaman melatih beberapa paduan suara, antara lain di Gereja Katolik St. Theresia, Paroki Sedayu, Jogjakarta, Paroki Hati Kudus Yesus, Katedral, Surabaya (Wilayah IV), dan Paroki Salib Suci, Tropodo, Sidoarjo , Jawa Timur.Pernah bertugas sebagai anggota Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya (1996-1997, 2007-sekarang). Pengalaman lain adalah menjadi pendamping kor, dirigen, pemazmur di Surabaya dan sekitarnya.

Selain ‘Magnificat’ Anton Anggoro adalah salah satu pendiri PS. Laetitia Iuventae, Surabaya.

Pendidikan formal dasar diselesaikan di Surabaya, kemudian pendidikan menengah di Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo, Garum, Blitar dan SMA St. Loius I, Surabaya.

S-1 Psikologi diselesaikan di Universitas Gajah Mada, Jogjakarta. Kemudian S-2 di Universitas Indonesia. Saat ini sedang menyelesaikan S-3 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali di bidang ergonomi.

Sehari-hari Anton Anggoro adalah staf pengajar di Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya.

Julius Juswanto

Latar pendidikan formal adalah Bahasa Inggris. Lahir di Malang 3 April 1951. Belajar musik sejak usia 10 tahun. Sejak usia 13 telah menggeluti musik klasik dan musik gereja.

Sejak tahun 1990 Pak Yus, begitu ia biasa disebut, mempelajari musik inkulturasi. Tahun 2000, Pak Yus ditunjuk oleh Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menjadi pembina musik liturgi. Sampai saat ini, Pak Yus menjadi Ketua Seksi Musik Suci, Keuskupan Malang.

Marcellino Rudyanto

Setelah lahir pada tanggal 18 Mei 1966 dan menamatkan pendidikan dasar dan menengah di Blitar, Pak Rudy menyelesaikan S-1 dan profesi sebagai apoteker di Universitas Airlangga, Surabaya.

Selama menjadi mahasiswa, ia menjadi dirigen dan melatih di Paduan Suara Mahasiswa Universitas Airlangga sejak tahun 1985- 1990 di bawah bimbingan dr. Soepardi Kartohardjo dan dr. Albert A. Maramis. Pada masa itu juga, ia menjadi dirigen dan pelatih di PS Kelompok Musik Liturgi – MKS- Gemma Inventa.

Saat menjadi mahasiswa S-2 di Institut Teknologi Bandung, ia menjadi anggota paduan suara St. Petrus, paroki Katedral, Bandung. Di Bandung, ia berinteraksi intensif dengan para penggiat paduan suara.

Bersama dengan AJ. Tjahjoanggoro, Albert A. Maramis, Anton Teguh, B. Sotyoanggoro, Eddy Prast, Ardi Handojoseno dan Mateus Suprat, ia mendirikan PS. Laetitia Iuventae, Juli 1994 dan menjadi salah satu dirigen dan pelatih.

Saat studi S-3 di Department of Organic Chemistry, Graduate School of Pharmaceutical Sciences, Tohoku University, Aobayama, Sendai,  Jepang, Pak Rudy menjadi anggota kor di sana serta mempelajari musik gereja katolik di Jepang.

Sehari-hari Pak Rudy adalah Staf Pengajar di Fakultas Farmasi Universitas dan Pasca Sarjana di Universitas Airlangga Surabaya.

Anton Teguh

Lahir di Ngunut, Tulungagung, 9 Mei 1968. Menjadi anggota kor sejak kelas 5 SD di Ngunut, Tulungagung dan ditunjuk menjadi dirigen umat sejak kelas 1 SMP di Stasi Yesus Gembala Yang Baik, Ngunut, oleh Pater Silvano Ponticelli, CM.

Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah di Tulungagung, ia menyelesaikan S-1 di Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, 1992. Selama menjadi mahasiswa ia menjadi

Selama menjadi mahasiswa, ia menjadi dirigen dan melatih di Paduan Suara Mahasiswa Universitas Airlangga sejak tahun 1987- 1992 di bawah bimbingan dr. Albert A. Maramis. Pada masa itu juga, ia menjadi dirigen dan pelatih di PS Kelompok Musik Liturgi – MKS- Gemma Inventa dan belajar bersama dengan BJ. Widjajanto, Marcellino Rudyanto.

Bersama dengan AJ. Tjahjoanggoro, Albert A. Maramis, Marcellino Rudyanto, B. Sotyoanggoro, Eddy Prast, Ardi Handojoseno dan Mateus Suprat, ia mendirikan PS. Laetitia Iuventae, Juli 1994 dan menjadi salah satu dirigen dan pelatih.

Sehari-hari, ia adalah seorang profesional di bidang pengembangan sumber daya manusia.

Profilnya lebih lengkap dapat dilihat di http://www.antonteguh.wordpress.com

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Tentang Kami. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s