MASALAH-MASALAH di SEPUTAR PENGELOLAAN PADUAN SUARA

Oleh : ANTON TEGUH

Sebagian besar masalah paduan suara bukanlah masalah musiknya, melainkan masalah pengelolaannya (K.E Prier, SJ mengatakan bahkan lebih dari 70 % masalah paduan suara adalah masalah non teknis musik). Kita sering mendengar dan mengalami jatuh-bangunnya paduan suara. Sangat jarang paduan suara yang secara konsisten dapat bertahan, baik dari sisi jumlah maupun mutunya untuk kurun waktu lama (misalnya 5 tahun ke atas). Mengapa ?? Secara empiris dan praktis akan kita temui hal-hal di bawah ini.

1. MACETNYA REGENERASI ANGGOTA
Macetnya regenerasi menjadi masalah utama. Karena dimakan usia, maka jumlah anggota semakin lama semakin menua. Paduan suara mahasiswa dan sekolah menengah pasti akan ditinggalkan anggotanya karena lulus, paduan suara muda-mudi akan ditinggalkan anggotanya karena menikah atau pergi ke luar kota. Paduan suara bapak/ibu akan ditinggalkan anggotanya karena usia mereka semakin lanjut. Pendek kata, regenerasi menjadi masalah.

Usulan cara mengatasi :
• Setiap periode tertentu, misalnya setahun sekali, merekrut anggota baru

2. TIDAK ADA PELATIH/DIRIGEN HANDAL
Pelatih paduan suara terbatas. Meskipun seseorang memiliki suara yang bagus, namun belum tentu ia dapat memimpin paduan suara sebagai dirigen. Masalahnya ia tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan memiliki hambatan dalam memberikan aba-aba serta bagaimana harus melatih anggotanya.

Usulan cara mengatasi :
• Jangan tergantung pada satu orang dirigen. Setiap paduan suara hendaknya memiliki minimal 2 dirigen yang dapat bertugas bersamaan.
• Kaderisasi dirigen terus dilakukan dengan mengirimkan calon dirigen ke lembaga pelatihan dirigen.
• Kalau mengundang pelatih, pastikan ada kader dirigen yang berbagi tugas dengan pelatih saat tampil.

3. TUJUAN PADUAN SUARA TIDAK JELAS.
Paduan suara yang tidak memiliki tujuan yang jelas akan cepat ambruk karena arahnya tidak ada. Tujuan paduan suara harus dirumuskan, misalnya : “Menjadi paduan suara terbaik di wilayah/gereja dengan menyanyikan lagu-lagu inkulturatif” atau “Menjadi paduan suara Gregorian” atau “Menjadi paduan suara dengan anggota khusus ibu-ibu/bapak-bapak”

Usulan cara mengatasi :
• Buatlah tujuan paduan suara dengan jelas, dan sampaikan kepada seluruh anggota.

4. PADUAN SUARA TIDAK MEMILIKI PROGRAM KERJA.
Semestinya paduan suara memiliki program kerja. Misalnya, program tahunan. Sehingga dalam setahun paduan suara memiliki agenda kegiatan yang jelas. Anggota pun terpacu dengan acara yang diselenggarakan paduan suara, baik acara untuk menyanyi maupun refreshing serta pelatihan anggota. Bahkan acara yang menantang (misalnya mengikuti lomba/festival atau pegelaran) dapat dimasukkan dalam program tahunan tersebut.

Usulan cara mengatasi :
• Pengelola membuatlah program tahunan paduan suara dan mengkomunikasikannya kepada anggota.

5. TIDAK ADA PEMBAGIAN TUGAS (ONE MAN SHOW).
Ada pula paduan suara yang semuanya dikerjakan segelintir orang atau bahkan hanya tergantung pada satu orang. Keburukannya adalah bahwa rasa memiliki anggota menjadi lemah. Dan lebih bahaya dari hal tersebut, apabila terjadi halangan terhadap satu/beberapa orang pengelola, kegiatan paduan suara menjadi macet.

Usulan cara mengatasi :
• Libatkan sebanyak mungkin anggota menjadi pengurus/pengelola.
• Pisahkan urusan Musik dan Manajemen. Musik menjadi tanggungjawab dirigen dan pengiring, sedangkan masalah lain (teks, kostum, persiapan latihan, konsumsi dan lain-lain) kepada anggota pengurus lainnya.

6. LATIHAN TIDAK MENARIK
Sudah menjadi rahasia umum bahwa jumlah anggota yang datang latihan dan yang tampil berbeda. Pastilah lebih banyak yang tampil. Apabila terjadi demikian, yang tidak pernah latihan akan mengacau. Pengelola paduan suara sebaiknya tidak buru-buru menyalahkan mereka. Lebih baik apabila introspeksi : Apakah latihan paduan suara sudah menarik ??

Usulan cara mengatasi :
• Carilah hal apa yang menarik anggota untuk datang.
• Sedapat mungkin latihan dimulai : ON TIME. Mengulur-ulur waktu mulai latihan adalah awal dari kebosanan berlatih.
• Pisahkan urusan latihan dengan urusan non latihan (Misalnya, kalau membicarakan kostum mencari waktu di luar latihan).
• Dirigen memiliki alokasi dan target waktu latihan dengan jelas (misalnya 15 menit pemanasan, 45 menit latihan I, 15 menit istirahat, 45 menit latihan II)
• Dirigen hendaknya mau menerima kritik dan masukan tanpa harus kehilangan wibawa.
• Dirigen mencari lagu yang menarik.
• Dirigen menghargai kehadiran anggota (yang umumnya suka-rela, tidak dibayar) dengan memberikan latihan dengan penuh kesabaran dan manusiawi.

7. PERBEDAAN LATAR BELAKANG ANGGOTA
Latar belakang anggota bermacam-macam. Ada yang berkecukupan, ada yang tidak. Ada yang berasal dari berbagai suku, etnis ini dan itu. Ada yang mahir membaca not ada yang belum mahir. Ada yang suaranya sudah terbentuk bagus, ada yang belum. Ada yang temperamental ada yang sabar. Oleh karena perbedaan itulah maka kemungkinan konflik dapat saja terjadi.

Usulan cara mengatasi :
• Pengelola perlu menanamkan semangat kebersamaan dengan sesekali retret bersama atau berkumpul bersama di luar latihan.
• Dikembangkan sikap saling menghargai satu sama lain.

8. SIBUK DI LUAR URUSAN TEKNIS PADUAN SUARA.
Hal utama yang ingin ditampilkan paduan suara adalah ‘berpadunya suara yang indah’. Hal-hal lain bukan menjadi utama dan hanya mendukung. Oleh karena itu urusan non teknis paduan suara hendaknya tidak menjadi nomor satu. Urusan-urusan non teknis tersebut misalnya pemilihan kostum, konsumsi, antar jemput, dan lain-lain.

Usulan cara mengatasi :
• Apabila terdapat konflik demikian dimusyawarahkan di luar latihan sambil belajar berdemokrasi…

9. TIDAK ADA PENGIRING dan atau IRINGAN
Pengiring/organis menjadi langka, khususnya selama latihan. Atau bahkan di tempat latihan tidak terdapat iringan yang memadahi. Lama-lama, latihan bisa menjadi membosankan, dan dirigen pun akan kesulitan karena tidak dapat memberikan contoh dengan baik.

Usulan cara mengatasi :
• Pengelola semaksimal mungkin menghadirkan iringan. Bila perlu saling bahu-membahu membeli iringan (organ/keyboard/piano).
• Pengelola semaksimal mungkin menghadirkan pengiring setiap latihan. Bilamana terdapat anggota yang berbakat dapat dikursuskan di kursus musik (gereja).

10. TEMPAT LATIHAN TIDAK LAYAK.
Tempat latihan yang dapat menampung sebuah kelompok paduan suara di kota besar, biasanya jarang. Padahal agar dapat berekspresi dengan bebas, maka tempat latihan yang lapang dan tidak mengganggu lingkungan sekitar sangat diperlukan.

Usulan cara mengatasi :
• Pengelola mencari tempat latihan dengan memperhatikan jumlah anggota, bersih, serta keleluasaan menyanyi. Bila perlu, menyewa sebuah tempat dapat menjadi alternatif.
• Gedung gereja, atau sekolah dapat menjadi pilihan.

11. PADUAN SUARA TIDAK MEMILIKI DANA CUKUP
Memang semangat paduan suara tidak hanya ditentukan dari dana yang tersimpan. Namun dana yang cukup dapat digunakan untuk membangun paduan suara.

Usulan cara mengatasi :
• Menggali dana dengan mendapatkan stipendium (misalnya melayani misa kudus manten)
• Iuran anggota
• Mencari sponsor baik dari pribadi, lembaga maupun gereja.

BAHAN RENUNGAN : Apakah ada masalah lain selain 11 Masalah di atas di paduan suara Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian ????

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Pengelolaan Paduan Suara. Tandai permalink.

6 Balasan ke MASALAH-MASALAH di SEPUTAR PENGELOLAAN PADUAN SUARA

  1. hendrik lakburlawal berkata:

    Memang benar apa yang dipaparkan dalam artikel ini pernah dan mungkin sedang dialami oleh sebagian besar paduan suara yang ada. Lalu apakah ada semcam komunitas atau wadah atau apalah namanya yang bisa menjadi tempat kita curhat mengenai hal tersebut. Kalau ada, boleh diinformasikan kepada kita sebagai insan perpaduan suara, khususnya paduan suara gereja. Demikian dari saya. Terima kasih kepada penulis, Tuhan memberkati.

    • antonteguh berkata:

      Mas Hendrik yang baik, terimakasih atas komentarnya. Sejauh ini di Surabaya belum ada komunitas para petugas musik gereja yang menjadi tempat kumpul-kumpul. Anda ingin memulai ? Kami, Magnificat, akan mendukung.

  2. hadi berkata:

    Mas kalau mau belajar dirigen dimana ya Mas, terimakasih

  3. andreas sp berkata:

    MAs Hendrik yang dikasihi Tuhan Yesus… saya tertarik dengan program unggulan ‘Hypnoconducting’…. karena saya di Semarang , bolehkah kami mendapat buku nya..?? kami bersedia mengganti biaya cetaknya kok.. Matur Tengkiu..

    ANDREAS SP
    PADUAN SUARA ” NDHEREK GUSTI ”
    PAROKI ST. MARIA FATIMA BANYUMANIK SEMARANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s