HYPNOTIC-CONDUCTING – Cara Menjadi Dirigen yang “menghipnosis”

Oleh : ANTON TEGUH*)

Selain homili Romo, yang saya perhatikan adalah dirigen (tentu saja bersama kor dan pemazmurnya). Karena ia salah satu sosok penting. Dirigen bisa membuat misa bersemangat-khitmad-agung atau sebaliknya.

Sejak mulai serius menjadi dirigen tahun 1987, saya belajar menjadi dirigen dengan cara coba-salah. Membaca buku cara menjadi dirigen bahkan ’meniru’ berbagai dirigen, saya lakukan. Meskipun ada benarnya, ternyata belajar demikian banyak salahnya………….. Belakangan, sesudah saya memahami dan mempraktekkan Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Hypnosis, saya sadar kesalahannya. Cara belajar seperti itu terlalu lama dan ongkosnya lebih mahal. Ternyata dengan ’teknologi’ NLP dan Hipnosis proses belajar apapun dapat lebih cepat dan murah. Termasuk bagaimana cara menjadi dirigen yang cepat namun efektif.

Sebelum menjelaskan hypno conducting, ijinkan saya menyinggung tentang keunggulan NLP. Salah satu keunggulan NLP adalah petunjuk ’cara memodel’ atau ’cara meniru’ yang benar. Ibaratnya begini. Kalau saya belajar memasak nasi goreng , lebih cepat mana : (1)ada koki hebat di samping saya (misalnya Rudy Choirudin), ataukah membaca buku resep saja ?

Jawabannya pasti : ’bila ada koki hebat di samping saya’.

Dengan adanya koki hebat di samping saya, saya bisa tahu bahan apa saja dan beratnya berapa untuk membuat nasi goreng yang lezat. Tidak hanya itu. Yang lebih penting, saya tahu ‘urutan proses’ membuat nasi goreng. Tanpa tahu prosesnya, bahan sebaik apapun tidak dapat dijadikan nasi goring yang lezat.

So kalau bila Anda ingin menjadi dirigen belajarlah dengan dirigen hebat di samping Anda. Daripada Anda bersusahpayah belajar sendiri dengan cara coba-salah, trial-error. Pendampingan seorang dirigen yang berpengalaman di samping Anda akan mempercepat proses belajar itu.

Sebuah cerita lain. Tahun 1988, saya pernah dipimpin oleh seorang Maestro asal Surabaya untuk sebuah pentas di gedung Pusat Kebudayaan Prancis , Jl. Dinoyo, Surabaya. Kami membawakan ’Requiem’nya Verdi. Saya dipasrahi sebagai solis bas. Setelah memberikan hormat, ia membalikkan badan dan tangannya mulai diangkat…..lama sekali..insetting belum dimulai. Ternyata, ia menunggu perasaannya menyatu dengan kami dan orkes pengiring. Begitu ia mengayunkan tangannya…….yam…..kami terhipnotis dan merasakan sensasi trance bersama dia sampai selesai lagu……Penonton bergemuruh memberikan tepuk tangan (karena lagu tadi adalah klimaks pentas)….

Hipnosis adalah seni berkomunikasi, khususnya dengan bawah sadar. Semakin seseorang mampu berkomunikasi bawah sadar, semakin ia persuasif. Apalagi kalau ia adalah dirigen kor yang nyaris 100 % komunikasi yang dilakukannya lewat ‘bawah sadar’.

Sekadar mengingatkan saja. Komunikasi antar orang dilakukan dengan cara VERBAL dan NON VERBAL. Yang verbal berupa kata-kata. Yang non verbal berupa ekspresi wajah (sunggingan bibir, tatapan mata, kernyitan dahi dan sebagainya). Juga gerakan tangan, badan, kaki dan kepala. Orang sering menyebut bahasa non verbal sebagai ‘BL’ atau body language atau bahasa tubuh ‘BT’. Ada banyak istilah memang, tidak masalah, tapi saya yakin Anda mengerti yang saya maksud (nah ini pun saya gunakan bawah sadar saya…)

Kalau ditanyakan kepada Anda, manakah yang lebih dipercaya Yang verbal ataukah yang non verbal ?

Benar. ’Komunikasi non verbal’. Dan itu adalah ’bawah sadar’ atau ’unconcious’ (ada yang menyebutkan ’subconciuos’).

Pada umumnya 88 % komunikasi antar orang adalah antar ‘bawah sadar’. Sisanya yang 12 % adalah komunikasi ‘sadar’. Buktinya demikian. Kalau Anda seorang perempuan dan seseorang mengatakan ”Wah …Anda hari ini sangat cantik lho….ha ha ha ha ha (sambil tertawa terpingkal-pingkal)…” Apa reaksi Anda ? Anda percaya perkataannya ? Ataukah Anda percaya ekspresi wajah dan tawanya ?

Nah itu dia…. Bahasa ‘bawah sadar’ jauh dipercaya ketimbang bahasa ‘sadar’ bukan ?.

Untuk menjadi dirigen yang menghipnosis, Anda perlu tahu (tidak harus paham sekali) tentang hipnosis dan NLP. Kegunaan hipnosis bagi dirigen adalah :
• Menjadikan percaya diri dan powerful’ setiap saat, khususnya saat pentas.
• Menjadikan setiap ’gerakan’ tubuh bermakna.
• Menciptakan ‘Rasa’ yang ‘menyatu’ antara dirigen dan anggota kor.
• Lebih menjiwai dan ’mentransfer’ interpretasi kepada anggota kor lebih mudah.
• Merancang skenario sukses sebuah pentas atau pelayanan dan menghindari kegagalan.

Sedangkan NLP akan menjadikan Anda sebagai dirigen untuk :
• Memahami cara belajar sendiri dengan lebih cepat.
• Memahami cara belajar anggota kor lebih cepat sehingga memudahkan proses
latihan notasi dan syair.
• Menjadikan latihan lebih segar, selalu dirindukan, efektif dan efisien waktu (lebih
banyak lagu yang dikuasai (dalam waktu 2 jam latihan).

Menjadi dirigen yang menghipnotis itu mudah. Asal Anda tahu caranya.

Maka, jangan terlalu peduli dengan gerakan Anda (meski itu tetap perlu). Dengan menjadi Hypno Conductor setiap gerakan Anda pasti efektif dan efisien dan menghipnotis.

Untuk mendapatkan pelatihan Hypno Conducting silahkan Anda mengontak kami sekarang juga di Magnificat 031-5621023 atau SMS nama dan alamat Anda di 081 65 4243 89.

*)Dirigen, Trainer with NLP Approach, Hypnotist.

Iklan

Tentang Anton Teguh

Please visit antonteguh.wordpress.com
Pos ini dipublikasikan di Conducting. Tandai permalink.

18 Balasan ke HYPNOTIC-CONDUCTING – Cara Menjadi Dirigen yang “menghipnosis”

  1. Gregs. Lilik Pranoto Adhi berkata:

    Saya seorang dirigen, masih berlatih tapi juga sekaligus melatih. Saya tertarik dengan tulisan anda. Bagaimana caranya untuk mendaptkan buku/mempelajarinya.

    Trims.

    • antonteguh berkata:

      Pak Lilik Pranoto yang baik,

      Terimakasih atas perhatian baik Bapak tentang pelatihan Hypnoconducting kami.

      Yang ada pada kami saat ini adalah buku pelajaran dalam bentuk pointers.Pelatihan HC memang menitikberatkan praktek.

      Semoga suatu saat saya bisa membuat bukunya lebih lengkap.

      Begitu Pak Lilik ?

      Salam dari Surabaya

      Anton Teguh

  2. Ferdinand berkata:

    Yang terhormat Bapak Anton Teguh, saya juga seorang pelatih koor di salah satu stasi di paroki st. yosep bontang. Sebenarnya saya tidak memiliki kompetensi dalam hal melatih koor dan bahkan memimpin (dirigen) koor, tetapi karena keterbatasan tenaga, dengan terpaksa dan dalam keterbatasan, saya sering kali tampil untuk melatih dan memimpin (dirigen) koor. sudah lama saya mencari pedoman untuk belajar dirigen tetapi sampai sekarang saya belum menemukannya, pada hal saya ingin belajar, karena yang terjadi (dirigen) sekarang, saya benar-benar hanya mengandalkan ingatan-ingatan cara dirigen (yg sdh banyak lupa) sejak saya duduk di bangku SD, saya mengharapkan kalau ada buku pedoman, saya ingin memilikinya. Terima kasih

    • antonteguh berkata:

      Pak Ferdinand yang baik, terimakasih atas tanggapannya.

      Kompetensi menjadi dirigen akan berkembang seiring dengan ketrampilan Bapak. Sebabnya, menjadi dirigen itu soal ketrampilan. Semakin sering melatih semakin mahir.

      Soal pengetahuan, ada beberapa buku menjadi dirigen yang menjadi pegangan saya. Juga beberapa materi dari seminar-seminar dan lokakarya yang pernah saya ikuti. Silahkan Bapak mengirimkan alamat, nanti akan saya kirimkan materi tersebut.

      Demikian Pak Ferdinand ? Selamat berlatih terus dan tetap bersemangat !

      Salam Magnificat

      Anton Teguh

  3. latteung berkata:

    Pak Anton, salam kenal…

    to the point saja,
    ada videonya nggak yah…kalo dekat mah, kita bisa kursus…

  4. Armanda olando berkata:

    salam kenal pak.
    saya armanda, saya ditunjuk menjadi seorang calon conduct dan menjadi pelatih.
    saya masih bigung dengan teknik conducting dan masih bingung dalam melatih suara yang masih mentah.
    tolong bapak berikan beberapa tips untuk permasalahan saya..
    terima kasih pak..

    • Anton Teguh berkata:

      Salam kenal juga Pak Armanda.

      Untuk menjadi conductor memang harus menguasai teknik aba-aba, vokal dan pengelolaan paduan suara.

      Tips untuk aba-aba : yang penting yakin. Gunakan seluruh jiwa raga untuk memimpin. Patuhi tanda birama. Eksperimenlahn dengan tempo dan dinamika.

      Tips untuk vokal : latih artikulasi dengan ‘mengucapkan sejelas-jelasnya’. Mulailah dari lagu-lagu yang dikuasai. Perbaiki fungsi rahang dengan mengganti lagu dengan ‘yaa… yaaa… yaa…..’ agar rahang lentur.

      Begitu Mas Armando? Semoga bermanfaat

  5. Ane berkata:

    pak Anton Teguh ysh,
    suatu hari saya ditunjuk sbg dirigen,
    padahal pengalaman sy ttg dirigen nol, sy hanya punya pengalaman sbg penyanyi,
    pemahaman sy ttg teori musik jg sudah banyak lupa,
    mohon sy di share tips utk menjadikan sy dirigen yang “benar” bukan “baik”..
    terima kasih sebelumnya
    Ane

    • Anton Teguh berkata:

      Tips yang paling sederhana adalah : Berani dulu memimpin. Lalu membaca dan terus praktek ya Bu Anne. Orang Surabaya bilang bonek dulu… ‘bondho nekat’. Yang pasti setiap hitungan pertama tangan harus turun khan ? Salam kenal

  6. omPutut berkata:

    Pak Anton , salam kenal saya omPutut dari Sukoharjo, Jawa-Tengah ,pengiring,pelatih plus sekarang tertarik pada dirigen…terimakasih atas tulisan anda yang memang sangat bermanfaat bagi kita semua ! terimakasih pak…

  7. Nursitti Paulina Sihotang berkata:

    Pak Anton yth, saya dikatakan dirigen andalan di paroki saya padahal ke-dirigenan saya sangat minim sekali. Selaku kordinator Liturgi Paroki saya jg diminta untuk melatih dirigen2 se-paroki yg terdiri dari 30 stasi. Sejak berdirinya paroki saya thn 1999 yl saya sll didudukkan di Sie Liturgi khususnya bidang koor dan mazmur. Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pelatihan dirigen dan pemazmur se-paroki. Untuk itu saya sangat membutuhkan materi dan metode pelatihan yang praktis. Saya sangat berharap bantuan dari bapak berupa buku ataupun powerpoin. Bagaimana cara saya mendapatkannya pak ?

    • Anton Teguh berkata:

      Ibu Nursitti yang baik,

      Saya sudah mengirimkan email ke alamat Ibu. Mohon dicek ya…

      Salam kenal

      • Nursitti Paulina Sihotang berkata:

        Trimakasih pak Anton, sy usahakan utk memiliki buku itu segera. Saat ini sy bersama team sdg mempersiapkan materi pelatihan utk 1 wilayah di paroki saya,dari apa yg kami miliki saat ini. Smg di wilayah berikutnya bertambah bagus stlh memiliki buku yg bpk sarankan.

  8. Ruth Malau berkata:

    Pak anton saya boleh minta powerpointnya atau berupa video?

  9. Rama berkata:

    Salam kenal mas anton.. terimakasih atas artikelnya yang bermanfaat dan membuat semangat bermusik.
    Saya sudah bermain musik sejak smp namun saya belum pernah mencoba menjadi dirigen. Mungkin mas anton bisa berbagi ilmu dengan saya melalui materi serta pengalaman yang mas anton punya? Saya ingin mencoba terjun didunia orkestra. Terimakasih

    • Anton Teguh berkata:

      Yth. Mas Rama yang baik,

      Salam kenal kembali, Mas. Dengan senang hati saya akan berbagi. Saya ada di Surabaya, kalau memang ada di kota yang sama (atau sekitarnya) kita bisa bertemu. Memang menyenangkan bisa terus bermusik. Untuk terjun ke dunia orkestra tidak sulit. Asal terus belajar….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s