Dalam perjalanan wisata nostalgia bersama orangtua di Kalimantan Barat ada pemandangan menarik.
Di sebuah SPBU Pertamina lepas kota Singkawang ibu saya melihat tulisan aneh. “Lho ‘pom bensin’ ini tidak menerima dirigen”. “Masa ??” tanya saya. Akan tetapi saya nekat masuk untuk mengisi premium. Ah… ternyata bisa juga. Dengan ramah petugas perempuan yang melayani, mengisi sesuai harga.
Ibu saya juga benar, karena menjelang masuk ke SPBU tersebut tertulis larangan yang berbunyi “TIDAK MELAYANI DIRIGEN”.
Mungkin karena tidak mengaku kalau saya juga dirigen maka saya dilayani. Atau petugasnya kurang berbahasaindonesia dengan benar ? Ataukah yang dimaksud ‘jirigen’ atau ‘curigen’ plastik?
Filed under: Uncategorized Ditandai: | dirigen, singkawang, spbu pertamina



Tentang dirigen dan SPBU : waduh… lucunya !!! sebenarnya di gereja-gereja conductor suka disebut dengan istilah “jirigen” nah lho ..jadi kebalikannya deh ….satu sama jadinya ..hahahaha.
Betul sekali rekan Gracia… ‘Jirigen’ dan ‘Dirigen’ sama-sama ‘wadah’. Satunya air, satunya ‘air mata’ (kalau menang lomba atau sebaliknya….kalah lomba padus)